Pengguna
yang ingin matic jauh lebih cepat. Akhirnya, membeli rumah banyak atau
katrol rumah roller. Main tindak lanjut tanpa mengetahui fungsi dan
kegunaan katrol. Sebagai kebutuhan untuk trek panjang dan pendek, spec
yang berbeda. Puli untuk melacak selama tarik sepeda. Ada juga sebuah
katrol untuk trek pendek seperti road race. Tergantung juga pada
kapasitas mesin yang digunakan. Jangan caplok katrol untuk menyeret
ketika motor masih standar atau hanya 130 cc. Tarik awal tentu akan
menjadi lebih lamban.

Untuk modifikasi lebih murah secara luas diterapkan mekanik sepeda balap liar atau tarik. Agar v-belt dapat diselenggarakan lompat tinggi dan top-speed. Tapi putaran bawah atau percepatan rada berat karena sabuk itu macet katrol. Puli tindak lanjut juga dimodifikasi. Kronologi roller terdiri dari. Sehingga roller dapat bergerak up dan top-speed yang diinginkan dapat lebih meningkat. Bagi mereka yang ingin membeli secara langsung caplok katrol begitu, banyak juga. Karena buatan Thailand paling direkomendasikan untuk menyeret dengan trek panjang.
Sangat
menarik untuk merancang mesin balap skubek atau skutik Kan balap
skubek baru aja dipentas dua Minggu lalu di Sentul Kecil. Bahkan kabar
bagusnya, tahun depan ada 4 seri lagi. Untuk itu sebagai persiapan
rasanya perlu teori yang pas supaya ada panduan dan tidak salah
langkah.
Paling menarik untuk dicermati kelas 150 cc. Di Yamaha Mio harus menggunakan piston 57 mm. Sedang stroke standar Mio yaitu 57,9 mm. Bagaimana menentukan ukuran klep dan besarnya karburator yang digunakan?

Sebagai permulaan harus menentukan letak power di rpm berapa. Jadi, bukannya menentukan besarnya klep dulu.
Peak power sekitar di 13.000 rpm untuk kelas 110 cc. Rata-rata tim lain bermain di 12.000 rpm. Biar gampang ditentukan di 12.000 rpm saja ya, maklum di skubek yang transmisi otomatis belum ada batasan. Juga karakter tenaga bagusnya di gasingan bawah.
Juga mesti tahu dulu gas speed (GS) di lubang porting. Menurut referensi dari tuner luar negeri 80 meter/detik. Untuk motor balap Ibnu, yaitu 100-105 meter/detik. Angka ini menentukan homogenitas campuran bensin-udara. Jika kelewat gede atau kurang dari 80 m/detik akan tidak homogen. Lebih gampang 100 m/detik saja ya.
Selanjutnya mencari ukuran diameter inlet port. Menurut mekanik beken disapa Pakde itu, paling gampang bisa diukur dari diameter lubang inlet di kepala silinder yang ketemu dengan intake manifold. Untuk menentukan besarnya bisa lihat rumus:
Diameter Piston2
Gas Speed= ————————–x Piston Speed
Diameter Inlet Port2
Piston Speed = (2 x stroke x rpm)/60.
Yamaha Mio punya stroke 57,9 mm (0,0579 meter). Pada gasingan 12.000 rpm, maka Piston Speed = (2 x 0,0579 x 12.000)/60 = 23,16 meter/detik. Nah, dari sini bisa menghitung diameter inletnya. Yaitu:
Diameter Piston²
Diameter Inlet Port = ?————————–x Piston Speed
Gas speed
0,057²
Diameter Inlet Port = ?—————– x 23,16
100
Diameter Inlet Port = 0,0274 meter = 27,4 m
Nah, dari sana ketahuan bahwa diameter inlet port 27,4. Dari sini memang rada rumit jika mau tahu ukuran diemeter klep ideal. “Harus melalui rumus yang panjang dan perlu riset lama. Terutama tahu dulu diagram kerja kem dan bikin pusing,” jelas Ibnu yang sarjana elektro sekaligus mesin itu.

Diameter klep tergantung letak peak power yang dimau.
Untuk itu Ibnu mau kasih rumus ringan. Katanya diameter inlet port itu untuk ukuran motor cc kecil, yaitu 0,85 x diameter klep isap. Maka diameter klep isap = Diameter Inlet Port/0,85 = 27,4/0,85 = 32 mm.
Klep buang lebih kecil lagi. Besarnya berkisar 0,77 sampai dengan 0,80 x diameter klep isap. Jika diambil yang paling besar yaitu 0,80 x 32 = 25,6 mm. Nah, ini dirasa sangat gede jika klep isap 32 mm dan buang 26,6 mm. Rasanya seperti sangat susah dipasang pada kepala silinder yang hanya menggunakan piston diaemeter 57 mm.
Tapi rumus ini jika peak power kepingin berada di 12.000 rpm. Untuk ukuran matik harusnya lebih rendah lagi. Kan transmisi otomatis (CVT) butuh tenaga galak di putaran bawah supaya cepat melesat.
Jika tenaga bermain di gasingan 11.000 rpm klep isap 30,6 mm dan klep buang 24,5 mm. Kalau mau lebih rendah lagi misalnya di 10.000 rpm, maka klep isap 29,5 dan buang 23,6 atau 24 mm. Jadi, besarnya diameter klep tergantung dari letak peak power yang dimau.
Venturi Karbu.
Menentukan besarnya venturi karburator juga bisa berpatokan dari perbandingan. Sebagai contoh diambil dari buku panduan flowbench merek Superflow SF-110/120. Perbandingannya 0,85 x diameter klep.
Sebagai contoh seperti di atas jika diameter klep isap 32 mm. Maka venturi karburator 32 x 0,85 = 27 mm. Namun dirasa susah mencari karburator ukuran 27 mm. Kalau mau lebih gampang, pilih aja yang 28 mm. Seperti Keihin PWK 28 misalnya.
Artikel diatas, ditulis cara menentukan besarnya diameter lubang intake atau isap di skubek. Contohnya di Yamaha Mio. Tentunya harus ditentukan dulu letak peak power di rpm berapa yang dimau.
Batang klep Pilih yang sama dengan punya Mio biar gesekan ringan.
Letak peak power atau tenaga puncak yang dimau akan menentukan besarnya diameter lubang isap. Juga akan menentukan pemilihan diameter payung klep dan ukuran karburator yang diterapkan.
Rupanya cara itu lumayan menarik perhatian skubeker yang doyang ngebut. Seperti Nugroho dari Surabaya. “Jika sudah tahu ukuran payung klep yang dipakai, kira-kira pakai punya klep apa dan gimana pasangnya?” tanya pemakai Yamaha Nouvo itu lewat SMS.
Untuk Yamaha Mio yang mau turun di kelas 150 cc pakai piston 57 mm, bisa menggunakan klep beberapa tingkatan. “Tergantung letak peak power ada di rpm berapa,” timpal Ibnu Sambodo, begawan 4-tak yang minggu lalu memberikan rumusnya.

(1) Klep Sonic
Misalnya menyesuaikan dengan klep yang tersedia di pasaran. Sebagai contoh klep Honda Sonic in 28 mm dan ex 24 mm. Herganya berkisar dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Namun risikonya harus potong batang klep lantaran kepanjangan. Kalau tidak repot comot aja merek TK, TDR atau Daytona khusus untuk Mio.
Klep ukuran 28/24 ini banyak dipakai skubeker. Jika menggunakan rumus yang diberikan Ibnu minggu lalu, karakter tenaga atau peak power berkisar di 9.000 rpm. Namun pakai klep ini harus menggeser posisi sudut klep di kepala silinder.
Standar Mio klep in kemiringan dari vertikal 31,5 derajat dan klep buang 35,5 derajat. Jika memakai klep Sonic, kemiringan harus dibikin lebih landai supaya tidak saling bertabrakan.
Dari perhitungan menggunakan rumus sinus dan cosinus, didapat klep isap kemiringannya harus dibikin 29,1 derajat. “Klep buangnya 33,5 derajat dengan memperhitungkan jarak antar klep 4 mm.
Jarak antar klep bagusnya 3-4 mm supaya mesin adem.
(2) Klep EE 31/25,5 mm
Pilihan kedua, jika tenaga mesin mau berada di kisaran 11.000 rpm. “Bisa pakai klep berlogo EE yang diameter payung klep isap 31 dan buang 25,5 mm.
Jangan lupa jarak antar klep diseting 4 mm dan sudut kemiringan klep isap 28 derajat dan buang 33 derajat. Karakter klep EE antijeber alias tidak mengembang meski menggunakan per yang keras dan kem lift tinggi.
Klep ini memang batangnya lebih panjang. Konsekuensinya harus main potong supaya ukurannya sama dengan punya Mio. Namun kelebihannya diameter batang klep kecil alias sama dengan punya Yamaha Mio. Sehingga gesekan lebih ringan.
Meski harus main potong batang, namun harganya lumayan ringan. Katanya sih pihak JP Racing menjualnya dengan banderol Rp 150 ribu.
(3) Klep GL Pro Platina
Pilihan lain bisa coba klep GL-Pro platina alias tipe lama. Diameter payung klep in 31,5 mm dan ex 26 mm. Dipastikan cocok untuk mengejar tenaga di gasingan 11.500 rpm. Harganya lumayan bersahabat. Seperti buatan Indoparts yang dilego kisaran Rp 70 ribu.
Untuk pemasangan klep ini Chandra yang spesialis ubah klep itu kasih bocoran. “Kemiringan klep isap dipasang 27,5 derajat, sedang kemiringan klep buang 32,5 derajat, kondisi ini jarak antar klep biar aman 5 mm,” jelas Chandra.
Namun menggunakan klep GL-Pro meski murah ada konsekuensinya. Batang harus dipotong lantaran kepanjangan. Juga diameter batang klep lumayan gede, yaitu 5,5 mm. Bandingkan punya Mio asli hanya 5 mm.
Jarak antar klep memang tergantung dari kem. Terutama overlap dan lift. “Namun jangan kelewat jauh mematok jarak antar katup isap dan buang. Bagusnya sih 3 sampai 4 mm.
Dari analisis Jesi, jika jarak antar klep 5 mm atau lebih akan berakibat mesin panas. Biasanya leher knalpot membara. Menandakan temperatur mesin tinggi.
Balap road race,
kebanyakan didukung trek pendek. Panjang trek lurus di bawah 200 meter.
Banyak tikungan dan trek pendek kurang dari 100 meter. Jika jenis trek
jalan, pengaturan mesin harus dibuat mudah menangis. “Dalam rangka
untuk rpm mesin cepat melonjak. Jika motor dibuat seperti digabungkan
bebek,” alias Mian meninjau Sumingan, mekanik BBS Bandung yang banyak
membuat road race otomatis. Untuk mengakali berteriak di rpm rendah,
Mian melampirkan cincin tambahan di katrol depan. Awalnya hanya satu
cincin, ditambah cincin dua. Atau membuat sendiri sebuah cincin tebal.

Bagi
mereka yang tidak suka modifikasi, juga dapat membeli siap pakai
katrol. Tetapi katrol ini melacak singkat sulit untuk melacak. Karena
ada katrol K3 buatan Kawahara untuk Mio. Ada satu set katrol, penutup
katrol (besi) dan dilengkapi dengan rol Yamaha Fino. Puli pada awalnya
dimaksudkan untuk menjadi motor drag. “Kalau untuk road race, rollernya
telah menggantikan Mio pakai,” kata Mariasan saku, mekanik JP Racing.
Sehingga mesin lebih bisa diajak untuk berteriak ketika percepatan
karena celah rol longgar.
Jika Anda
ingin memodifikasi katrol standar untuk sepeda matic tarik, tentu saja,
masih mungkin. Terutama motor yang telah mendapat sentuhan Bore up.
Caranya adalah dengan memotong bushing pemegang rol rumah katrol. 1-2
mm dipotong cukup atau cukup. Tergantung kemaun dan tujuan mekanik.
Untuk modifikasi lebih murah secara luas diterapkan mekanik sepeda balap liar atau tarik. Agar v-belt dapat diselenggarakan lompat tinggi dan top-speed. Tapi putaran bawah atau percepatan rada berat karena sabuk itu macet katrol. Puli tindak lanjut juga dimodifikasi. Kronologi roller terdiri dari. Sehingga roller dapat bergerak up dan top-speed yang diinginkan dapat lebih meningkat. Bagi mereka yang ingin membeli secara langsung caplok katrol begitu, banyak juga. Karena buatan Thailand paling direkomendasikan untuk menyeret dengan trek panjang.
Tips Tune-Up Yamaha Mio
Setelah
memeriksa silinder Yamaha mio, langsung dengan ide untuk melakukan
suatu bore-up ke 63mm, mengingat Yamaha Mio standar adalah 55mm.
Membore-up dari 55mm ke 63mm akan mengubah Yamaha Mio dari 114cc
menjadi motor 189cc .
Setelah
menghubungi beberapa sumber, untuk aksesori gunakan satu set lengkap,
yang mencakup 63mm Laminated Ceramic silinder, high performance 4-katup
kepala silinder ( Mio yang standar hanya kepala dengan 2-katup ), 63mm
Piston, high performance racing camshaft dan bahan-bahan untuk
merakit.
Tuning set ini awalnya
untuk Yamaha Nouvo, tapi sebagai mesin Yamaha standar yang sama yang
kita harapkan tidak banyak masalah mounting ke Mio. mengganti
karburator Mikuni BS25 / 1 dengan Mikuni BS32, karburator ini awalnya
adalah dari sebuah sepeda motor Yamaha XJ400. Mikuni 32mm Biasanya akan
sedikit untuk besar untuk 189cc tapi kami memutuskan untuk mengganti
jarum jet yang lebih kecil dan menahan asupan udara sedikit.
Setelah
merakit kembali Yamaha Mio, dan cocok dengan semua bagian-bagian mesin
Superbike kami mulai gadis kecil ini. Hal pertama yang kami temukan
adalah bahwa pembuangan tidak cukup besar untuk mencobanya, pembuangan
dengan mudah diganti dengan model yang lebih agresif dan sekarang gadis
kecil suaranya begitu terdengar.
Melakukan
beberapa tes drive, kami menemukan bahwa roda Yamaha Mio tidak
seimbang untuk lari secepat itu. Setelah kami melakukan pergantian ban
yang lebih profesional dan balancing roda. Kami masih mengalami
kesulitan mengemudikan skuter matic ini pada kecepatan yang lebih
tinggi. Mengetahui bahwa mesin dapat dengan mudah membawa skuter matic
ini untuk kecepatan sekitar 180km/jam tapi kita punya masalah untuk
mencapainya, untuk kecepatan lewat dari 120km/jam saja hampir mustahil
untuk mengendalikan sepeda motor ini dengan aman.
Tips Mengatasi Bore-Up 150 CC
Ingin
performa harian Yamaha Mio semakin cihuy? Pasti pada setuju, kalau
cara yang paling tepat adalah melakukan bore up mesin. Hal tersebut
jadi solusi, soalnya sudah banyak juga yang jual paketan bore up 150
cc.
Tapi tahu enggak! Ternyata menaikkan cc mesin Mio jadi pelego itu memiliki efek samping! “Kalau settingan dan sirkulasi pelumas gak pas, mesin jadi cepat panas. Parahnya, seher bisa langsung ngancing atau malah jebol.
Volume ruang bakar yang meningkat, butuh debit bensin yang lebih banyak dari standarnya. Bila terlalu miskin, mesin jadi gampang overheat.
Mau tau pengecekan debit bensin yang pas? Lihat saja elektrode busi, bila warnanya cokelat dipastikan pembakarannya sesuai. Kalau berwarna putih berarti miskin dan bila hitam maka debit bbm terlalu berlebih.
Cara mendongkrak debit bensin, dengan menaikkan ukuran pilot dan main jet. Dari pilot jet standar Mio 38 dengan main jet 110/105, maka kenaikannya cukup 1-2 step. “Pilot jet-nya jadi 40 dan main jetnya jadi 115/120,” tutur Ari.

Komprensi.
Bicara kompresi, artinya menyinggung posisi TMA seher dan kepala silinder. Nah semakin dekat jarak tersebut, semakin besar pula perbandingan kompresinya.
“Dengan kodisi seperti ini, tidak dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan rendah seperti Premium. Minimal pakai Pertamax,” ungkap Ari.
Bila memaksakan pakai Premium, dikhawatirkan akan terjadi knocking alias ngelitik. Pasalnya campuran bensin dan udara yang ada di blok silinder terbakar oleh panas mesin dan bukan oleh api busi. Efeknya hampir sama seperti kekurangan debit bensin yang bikin ruang bakar jadi kering.
Cara lain dengan menjauhkan jarak TMA piston dengan kepala silinder dengan memakai paking head tambahan (gbr.3) setebal 0,3 mm sehingga tekanan kompresi berkurang.

Oli mesin.
Takaran oli mesin yang enggak sesuai, dapat menimbulkan panas mesin yang berlebih. Hal itu terjadi karena adanya gesekan antara komponen yang tak terlumuri oli. Jadi, energi kalor meningkat dan panas mesin ikut naik.
Takaran oli yang tidak sesuai bukan karena kelalaian pemiliknya. “Bisa jadi oli memuai! Ingat! Berkurangnya additive dalam oli karena usia pakai, bisa menyebabkan perubahan kekentalan oli. Nah semakin encer oli, cenderung semakin mudah pula oli itu menguap,”
Tapi tahu enggak! Ternyata menaikkan cc mesin Mio jadi pelego itu memiliki efek samping! “Kalau settingan dan sirkulasi pelumas gak pas, mesin jadi cepat panas. Parahnya, seher bisa langsung ngancing atau malah jebol.
Volume ruang bakar yang meningkat, butuh debit bensin yang lebih banyak dari standarnya. Bila terlalu miskin, mesin jadi gampang overheat.
Mau tau pengecekan debit bensin yang pas? Lihat saja elektrode busi, bila warnanya cokelat dipastikan pembakarannya sesuai. Kalau berwarna putih berarti miskin dan bila hitam maka debit bbm terlalu berlebih.
Cara mendongkrak debit bensin, dengan menaikkan ukuran pilot dan main jet. Dari pilot jet standar Mio 38 dengan main jet 110/105, maka kenaikannya cukup 1-2 step. “Pilot jet-nya jadi 40 dan main jetnya jadi 115/120,” tutur Ari.
Komprensi.
Bicara kompresi, artinya menyinggung posisi TMA seher dan kepala silinder. Nah semakin dekat jarak tersebut, semakin besar pula perbandingan kompresinya.
“Dengan kodisi seperti ini, tidak dianjurkan untuk menggunakan bahan bakar beroktan rendah seperti Premium. Minimal pakai Pertamax,” ungkap Ari.
Bila memaksakan pakai Premium, dikhawatirkan akan terjadi knocking alias ngelitik. Pasalnya campuran bensin dan udara yang ada di blok silinder terbakar oleh panas mesin dan bukan oleh api busi. Efeknya hampir sama seperti kekurangan debit bensin yang bikin ruang bakar jadi kering.
Cara lain dengan menjauhkan jarak TMA piston dengan kepala silinder dengan memakai paking head tambahan (gbr.3) setebal 0,3 mm sehingga tekanan kompresi berkurang.
Oli mesin.
Takaran oli mesin yang enggak sesuai, dapat menimbulkan panas mesin yang berlebih. Hal itu terjadi karena adanya gesekan antara komponen yang tak terlumuri oli. Jadi, energi kalor meningkat dan panas mesin ikut naik.
Takaran oli yang tidak sesuai bukan karena kelalaian pemiliknya. “Bisa jadi oli memuai! Ingat! Berkurangnya additive dalam oli karena usia pakai, bisa menyebabkan perubahan kekentalan oli. Nah semakin encer oli, cenderung semakin mudah pula oli itu menguap,”
Tips Mio Bore Up Balap Liar
Pengguna
yang ingin matic jauh lebih cepat. Akhirnya, membeli rumah banyak atau
katrol rumah roller. Main tindak lanjut tanpa mengetahui fungsi dan
kegunaan katrol. Sebagai kebutuhan untuk trek panjang dan pendek, spec
yang berbeda. Puli untuk melacak selama tarik sepeda. Ada juga sebuah
katrol untuk trek pendek seperti road race. Tergantung juga pada
kapasitas mesin yang digunakan. Jangan caplok katrol untuk menyeret
ketika motor masih standar atau hanya 130 cc. Tarik awal tentu akan
menjadi lebih lamban.
Dalam memilih atau modifikasi puli, bisa diminta untuk road race mekanik dan sepeda tarik.
Balap
road race, kebanyakan didukung trek pendek. Panjang trek lurus di
bawah 200 meter. Banyak tikungan dan trek pendek kurang dari 100 meter.
Jika jenis trek jalan, pengaturan mesin harus dibuat mudah menangis.
“Dalam rangka untuk rpm mesin cepat melonjak. Jika motor dibuat seperti
digabungkan bebek,” alias Mian meninjau Sumingan, mekanik BBS Bandung
yang banyak membuat road race otomatis. Untuk mengakali berteriak di
rpm rendah, Mian melampirkan cincin tambahan di katrol depan. Awalnya
hanya satu cincin, ditambah cincin dua. Atau membuat sendiri sebuah
cincin tebal. Hal apa yang dapat diinstal.
Bagi
mereka yang tidak suka modifikasi, juga dapat membeli siap pakai
katrol. Tetapi katrol ini melacak singkat sulit untuk melacak. Karena
ada katrol K3 buatan Kawahara untuk Mio. Ada satu set katrol, penutup
katrol (besi) dan dilengkapi dengan rol Yamaha Fino. Puli pada awalnya
dimaksudkan untuk menjadi motor drag. “Kalau untuk road race, rollernya
telah menggantikan Mio pakai,” kata Mariasan saku, mekanik JP Racing.
Sehingga mesin lebih bisa diajak untuk berteriak ketika percepatan
karena celah rol longgar.
Jika
Anda ingin memodifikasi katrol standar untuk sepeda matic tarik, tentu
saja, masih mungkin. Terutama motor yang telah mendapat sentuhan Bore
up. Caranya adalah dengan memotong bushing pemegang rol rumah katrol.
1-2 mm dipotong cukup atau cukup. Tergantung kemaun dan tujuan mekanik.
Untuk
modifikasi lebih murah secara luas diterapkan mekanik sepeda balap
liar atau tarik. Agar v-belt dapat diselenggarakan lompat tinggi dan
top-speed. Tapi putaran bawah atau percepatan rada berat karena sabuk
itu macet katrol. Puli tindak lanjut juga dimodifikasi. Kronologi
roller terdiri dari. Sehingga roller dapat bergerak up dan top-speed
yang diinginkan dapat lebih meningkat. Bagi mereka yang ingin membeli
secara langsung caplok katrol begitu, banyak juga. Karena buatan
Thailand paling direkomendasikan untuk menyeret dengan trek panjang.
Tips Mio Bore Up 2012
Punya
Mio tapi mesin STD, punya niat di Bore-up 150cc tapi takut boros ? klo
kata gua sih MIO di Bore-Up malah makin irit loh, kenapa bisa irit?
Soalnya sekali loe pelintir gas dikit bangget motor dah lari, dan
konsumsi bahan baker semakin irit, Tenaga Gede tapi Bensin Irit, Nah
loh ternyata Mio di Bore-Up bikin irit ye,hehehehehe. So ayo Bore-up
Mio loe biar makin Gaul and kenceng Nah pas loe mau Bore-Up Mio loe,loe
malah bingun apa aja si yang harus loe ganti ?. Hmmmm gua kasih TIPS
nya nih, apa aja part yg kudu loe ganti biar si MIO loe jadi 150cc
Ganti Piston Size 57mm Ini cara yang simple buat ngedongkrak si mio
biar jadi 150cc, Seher STD mio ber-dimeter 50mm dan pin seher 15mm.
Nah
buat ngedongkrak jadi 150cc, loe bisa aplikasiin seher dari motor
Honda Gl-Pro Neotec yang berdiamater 57mm dan diameter pin seher nya
15mm. Harga nih seher ga terlalu mahal kok, klo seher Original Honda
lengkap mulai dari seher,ring,pen,klip ga sampe 200 RB kok. Nah pas loe
udah ganti pake seher Neoteck, total cc mio loe jadi 147.67cc and bisa
di bulletin jadi 150cc. Cukup simple kan ga perlu beli seher after
market yang harganya bisa bikin loe jadi kangker (kantor
kering.heheheheh) Selain pake seher Neoteck, loe bisa aplikasiin juga
seher Thunder 125cc yang diameter sehernya sama kaya Honda Neoteck
yaitu 57mm. Cuman bedanya diameter pin seher nya 14mm, beda sama punya
Neoteck yg 15mm. klo pake seher Thunder 125cc, cukup ribet juga klo mau
Plug And Play. Loe kudu ke tukang bubut buat ngebesarin lubang pen
thunder yg semula 14mm ke 15mm. Perbesar Piston + Naik Stroke kombinasi
nambah diameter piston dengan menjejalkan yang ukuran 54,5.
Sedang
buat tambah panjang langkah, ukuran total 6 mm (sesuai aturan maksimal
naik stroke) dianggap yang paling pas. Pasalnya bila dimasukkan ke
dalam rumus, hasil perkalian dan pembagiannya ketemu kapasitas mesin
jadi 148,99 cc.Dibanding hanya dengan menaikkan kapasitas mesin,
pengerjaan pada langkah ke-2 ini lebih lama.Aplikasi ini tak perlu
pakai ganti boring, namun penyesuaian pin perlu dilakukan pada beberapa
piston yang bisa digunakan. Seperti seher bawaan Yamaha Jupiter dan
Kawasaki Kaze yang diameternya 13 mm. Kalau pasangnya piston Suzuki
Shogun atau Yamaha Jupiter MX, gak perlu ganti pin.
Tips Mesin Balap Skutik
Sangat
menarik untuk merancang mesin balap skubek atau skutik Kan balap
skubek baru aja dipentas dua Minggu lalu di Sentul Kecil. Bahkan kabar
bagusnya, tahun depan ada 4 seri lagi. Untuk itu sebagai persiapan
rasanya perlu teori yang pas supaya ada panduan dan tidak salah
langkah.Paling menarik untuk dicermati kelas 150 cc. Di Yamaha Mio harus menggunakan piston 57 mm. Sedang stroke standar Mio yaitu 57,9 mm. Bagaimana menentukan ukuran klep dan besarnya karburator yang digunakan?
Sebagai permulaan harus menentukan letak power di rpm berapa. Jadi, bukannya menentukan besarnya klep dulu.
Peak power sekitar di 13.000 rpm untuk kelas 110 cc. Rata-rata tim lain bermain di 12.000 rpm. Biar gampang ditentukan di 12.000 rpm saja ya, maklum di skubek yang transmisi otomatis belum ada batasan. Juga karakter tenaga bagusnya di gasingan bawah.
Juga mesti tahu dulu gas speed (GS) di lubang porting. Menurut referensi dari tuner luar negeri 80 meter/detik. Untuk motor balap Ibnu, yaitu 100-105 meter/detik. Angka ini menentukan homogenitas campuran bensin-udara. Jika kelewat gede atau kurang dari 80 m/detik akan tidak homogen. Lebih gampang 100 m/detik saja ya.
Selanjutnya mencari ukuran diameter inlet port. Menurut mekanik beken disapa Pakde itu, paling gampang bisa diukur dari diameter lubang inlet di kepala silinder yang ketemu dengan intake manifold. Untuk menentukan besarnya bisa lihat rumus:
Diameter Piston2
Gas Speed= ————————–x Piston Speed
Diameter Inlet Port2
Piston Speed = (2 x stroke x rpm)/60.
Yamaha Mio punya stroke 57,9 mm (0,0579 meter). Pada gasingan 12.000 rpm, maka Piston Speed = (2 x 0,0579 x 12.000)/60 = 23,16 meter/detik. Nah, dari sini bisa menghitung diameter inletnya. Yaitu:
Diameter Piston²
Diameter Inlet Port = ?————————–x Piston Speed
Gas speed
0,057²
Diameter Inlet Port = ?—————– x 23,16
100
Diameter Inlet Port = 0,0274 meter = 27,4 m
Nah, dari sana ketahuan bahwa diameter inlet port 27,4. Dari sini memang rada rumit jika mau tahu ukuran diemeter klep ideal. “Harus melalui rumus yang panjang dan perlu riset lama. Terutama tahu dulu diagram kerja kem dan bikin pusing,” jelas Ibnu yang sarjana elektro sekaligus mesin itu.
Diameter klep tergantung letak peak power yang dimau.
Untuk itu Ibnu mau kasih rumus ringan. Katanya diameter inlet port itu untuk ukuran motor cc kecil, yaitu 0,85 x diameter klep isap. Maka diameter klep isap = Diameter Inlet Port/0,85 = 27,4/0,85 = 32 mm.
Klep buang lebih kecil lagi. Besarnya berkisar 0,77 sampai dengan 0,80 x diameter klep isap. Jika diambil yang paling besar yaitu 0,80 x 32 = 25,6 mm. Nah, ini dirasa sangat gede jika klep isap 32 mm dan buang 26,6 mm. Rasanya seperti sangat susah dipasang pada kepala silinder yang hanya menggunakan piston diaemeter 57 mm.
Tapi rumus ini jika peak power kepingin berada di 12.000 rpm. Untuk ukuran matik harusnya lebih rendah lagi. Kan transmisi otomatis (CVT) butuh tenaga galak di putaran bawah supaya cepat melesat.
Jika tenaga bermain di gasingan 11.000 rpm klep isap 30,6 mm dan klep buang 24,5 mm. Kalau mau lebih rendah lagi misalnya di 10.000 rpm, maka klep isap 29,5 dan buang 23,6 atau 24 mm. Jadi, besarnya diameter klep tergantung dari letak peak power yang dimau.
Venturi Karbu.
Menentukan besarnya venturi karburator juga bisa berpatokan dari perbandingan. Sebagai contoh diambil dari buku panduan flowbench merek Superflow SF-110/120. Perbandingannya 0,85 x diameter klep.
Sebagai contoh seperti di atas jika diameter klep isap 32 mm. Maka venturi karburator 32 x 0,85 = 27 mm. Namun dirasa susah mencari karburator ukuran 27 mm. Kalau mau lebih gampang, pilih aja yang 28 mm. Seperti Keihin PWK 28 misalnya.
Artikel diatas, ditulis cara menentukan besarnya diameter lubang intake atau isap di skubek. Contohnya di Yamaha Mio. Tentunya harus ditentukan dulu letak peak power di rpm berapa yang dimau.
Batang klep Pilih yang sama dengan punya Mio biar gesekan ringan.
Letak peak power atau tenaga puncak yang dimau akan menentukan besarnya diameter lubang isap. Juga akan menentukan pemilihan diameter payung klep dan ukuran karburator yang diterapkan.
Rupanya cara itu lumayan menarik perhatian skubeker yang doyang ngebut. Seperti Nugroho dari Surabaya. “Jika sudah tahu ukuran payung klep yang dipakai, kira-kira pakai punya klep apa dan gimana pasangnya?” tanya pemakai Yamaha Nouvo itu lewat SMS.
Untuk Yamaha Mio yang mau turun di kelas 150 cc pakai piston 57 mm, bisa menggunakan klep beberapa tingkatan. “Tergantung letak peak power ada di rpm berapa,” timpal Ibnu Sambodo, begawan 4-tak yang minggu lalu memberikan rumusnya.
(1) Klep Sonic
Misalnya menyesuaikan dengan klep yang tersedia di pasaran. Sebagai contoh klep Honda Sonic in 28 mm dan ex 24 mm. Herganya berkisar dari Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu. Namun risikonya harus potong batang klep lantaran kepanjangan. Kalau tidak repot comot aja merek TK, TDR atau Daytona khusus untuk Mio.
Klep ukuran 28/24 ini banyak dipakai skubeker. Jika menggunakan rumus yang diberikan Ibnu minggu lalu, karakter tenaga atau peak power berkisar di 9.000 rpm. Namun pakai klep ini harus menggeser posisi sudut klep di kepala silinder.
Standar Mio klep in kemiringan dari vertikal 31,5 derajat dan klep buang 35,5 derajat. Jika memakai klep Sonic, kemiringan harus dibikin lebih landai supaya tidak saling bertabrakan.
Dari perhitungan menggunakan rumus sinus dan cosinus, didapat klep isap kemiringannya harus dibikin 29,1 derajat. “Klep buangnya 33,5 derajat dengan memperhitungkan jarak antar klep 4 mm.
Jarak antar klep bagusnya 3-4 mm supaya mesin adem.
(2) Klep EE 31/25,5 mm
Pilihan kedua, jika tenaga mesin mau berada di kisaran 11.000 rpm. “Bisa pakai klep berlogo EE yang diameter payung klep isap 31 dan buang 25,5 mm.
Jangan lupa jarak antar klep diseting 4 mm dan sudut kemiringan klep isap 28 derajat dan buang 33 derajat. Karakter klep EE antijeber alias tidak mengembang meski menggunakan per yang keras dan kem lift tinggi.
Klep ini memang batangnya lebih panjang. Konsekuensinya harus main potong supaya ukurannya sama dengan punya Mio. Namun kelebihannya diameter batang klep kecil alias sama dengan punya Yamaha Mio. Sehingga gesekan lebih ringan.
Meski harus main potong batang, namun harganya lumayan ringan. Katanya sih pihak JP Racing menjualnya dengan banderol Rp 150 ribu.
(3) Klep GL Pro Platina
Pilihan lain bisa coba klep GL-Pro platina alias tipe lama. Diameter payung klep in 31,5 mm dan ex 26 mm. Dipastikan cocok untuk mengejar tenaga di gasingan 11.500 rpm. Harganya lumayan bersahabat. Seperti buatan Indoparts yang dilego kisaran Rp 70 ribu.
Untuk pemasangan klep ini Chandra yang spesialis ubah klep itu kasih bocoran. “Kemiringan klep isap dipasang 27,5 derajat, sedang kemiringan klep buang 32,5 derajat, kondisi ini jarak antar klep biar aman 5 mm,” jelas Chandra.
Namun menggunakan klep GL-Pro meski murah ada konsekuensinya. Batang harus dipotong lantaran kepanjangan. Juga diameter batang klep lumayan gede, yaitu 5,5 mm. Bandingkan punya Mio asli hanya 5 mm.
Jarak antar klep memang tergantung dari kem. Terutama overlap dan lift. “Namun jangan kelewat jauh mematok jarak antar katup isap dan buang. Bagusnya sih 3 sampai 4 mm.
Dari analisis Jesi, jika jarak antar klep 5 mm atau lebih akan berakibat mesin panas. Biasanya leher knalpot membara. Menandakan temperatur mesin tinggi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar